Minggu, 27 Januari 2008

LPNU Perluas Akses Permodalan BMT NU

Jakarta, Ahlussunnah Waljamaah Indonesia. Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) melakukan koordinasi dengan lembaga keuangan di lingkungan NU yang meliputi Baitul Mal wa Tamwil (BMT), Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS), dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dari berbagai propinsi di Indonesia di Jakarta, 30 Mei-1 Juni.

Ketua LPNU H Mustolihin Madjid mengatakan, koordinasi tersebut merupakan upaya untuk memperkuat kinerja lembaga keuangan tersebut dalam mendukung perekonomian masyarakat.

LPNU Perluas Akses Permodalan BMT NU (Sumber Gambar : Nu Online)
LPNU Perluas Akses Permodalan BMT NU (Sumber Gambar : Nu Online)


LPNU Perluas Akses Permodalan BMT NU

Ia menegaskan, beberapa BMT berhasil meningkatkan aset dan nasabahnya, seperti BMT Gapura di Madura yang asetnya kini mencapai 30 milyar dengan nasabah mencapai 55 ribu orang. Hal yang sama dialami oleh BMT NU Sejahtera (NUS) Semarang yang asetnya beberapa waktu lalu sekitar 100 milyar, kini meningkat menjadi 160 milyar. Selain sejumlah BMT yang telah eksis, ia menerangkan, LPNU telah mendorong berdirinya BMT baru yang terbukti sukses beroperasi.

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Untuk memperluas pembiayaan, pihaknya telah menggandeng sejumlah institusi keuangan besar yang bersedia membantu pendanaan lembaga-lembaga keuangan tersebut, sesuai dengan kebutuhan pembiayaan nasabah, mulai dari 500 ribu sampai dengan 20 juta keatas.

Wakil Ketua Umum PBNU H Asad Said Ali sangat mendukung upaya yang dilakukan LPNU, yang merupakan bagian dari program kemandirian NU.

Program ini merupakan bagian dari upaya kemandirian NU yang pada 2026, paparnya.

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Ia merujuk pada pasal 33 UUD 1945 sebagai upaya untuk penguatan perekonomian nasional, yang harus dilakukan secara bersama-sama antara berbagai pihak. Pemerintah tak bisa sendiri, pengusaha juga tidak bisa sendiri, tandasnya.

Koperasi, katanya, sebagai salah satu sokoguru ekonomi Indonesia belum bisa sepenuhnya disebut sebagai usaha yang sebenarnya karena tingkat keuntungan yang diberikan kepada anggota rata-rata belum memadai, sebagaimana di negara-negara yang sudah matang seperti Finlandia atau Swedia. Ia berharap program ini bisa dilakukan secara serius sehingga memperoleh hasil yang maksimal. (mukafi niam)

Ilustrasi: Kantor BMT NU Sejahtera Semarang

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/52354/lpnu-perluas-akses-permodalan-bmt-nu

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ahlussunnah Waljamaah Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ahlussunnah Waljamaah Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ahlussunnah Waljamaah Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock