Rabu, 13 Januari 2010

Agar Bisa Bersaing, SMK NU Harus Kaya Inovasi

Surabaya, Ahlussunnah Waljamaah Indonesia. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr Saifur Rahman, MPd mengajak SMK yang berada di bawah naungan Maarif NU untuk terus melakukan reformasi dan inovasi. Hal ini sebagai konsekuensi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean atau MEA.

Penegasan tersebut disampaikan pada acara rapat koordinasi dengan seluruh kepala sekolah SMK yang berada di bawah naungan NU tersebut. Kegiatan dilaksanakan di Gedung Sabha Nugraha, Surabaya, Sabtu (19/9).

Agar Bisa Bersaing, SMK NU Harus Kaya Inovasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Agar Bisa Bersaing, SMK NU Harus Kaya Inovasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Agar Bisa Bersaing, SMK NU Harus Kaya Inovasi

Menurutnya, hal paling utama sebagai sosok kepala SMK adalah harus memiliki jiwa kewirausahaan, khususnya bidang kejuruan. "Bagaimana memanfaatkan potensi yang ada, baik sumber daya dan peluang agar dikembangkan sehingga menjadi SMK yang lebih baik," katanya.

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Kegiatan kreatif yang sangat menunjang untuk dilakukan para pimpinan SMK antara lain bagaimana sekolah kejuruan melakukan pendekatan dengan industri dan dunia usaha serta kebutuhan masyarakat secara langsung untuk bersama mendesain pengembangan keilmuan kejuruan, lanjutnya.

Pola pendidikan dan pengajaran yang diselenggarakan akan semakin bermakna jika mengikuti perkembangan masyarakat. "Hal ini agar bisa menjamin bahwa lulusan SMK yang berada di lingkungan Maarif NU siap kerja," tandasnya.

Ikhtiar yang dapat dilakukan untuk mencapai hal tersebut diantaranya menambah kurikulum. "Misalnya siswa kelas X dan XI difokuskan pembelajaran teori, kemudian jam pelajaran ditambah untuk praktek di laboratorium," terangnya. Pada saat memasuki kelas XII, siswa kejuruan melakukan magang selama satu tahun di dunia usaha atau industri, sehingga ketika lulus siap masuk kerja, lanjutnya.

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

"Potensi warga NU dalam dunia industri saat ini patut diperhitungkan, terutama banyaknya pengusaha dan industrialisasi yang berhubungan dengan masyarakat NU," ungkapnya. Karenanya sangat perlu melibatkan nahdliyin dalam pengembangan sekolah kejuruan. "Bahkan jika perlu, lakukan kerjasama untuk mendesain pengelolaan materi pendidikan bagi sekolah kejuruan yang berakar pada keinginan masyarakat," tandasnya.

Di samping itu, sekolah kejuruan bisa mengajak dunia industri untuk menggabungkan potensi NU agar semakin banyak tenaga kerja dari kalangan Nahdliyin yang terserap.

Pola pikir ini menjadikan sekolah kejuruan harus berkembang. "Sebab, kita berada di tengah persaingan global dalam MEA yang antara lain harus dijawab dengan menyiapkan tenaga yang memiliki keterampilan dan didukung sertifikat profesi yang dikeluarkan lembaga profesional," ungkapnya.

Dengan mengambil alokasi dana APBD, setidaknya ada 13 ribu siswa kejuruan di propinsi ini yang akan mendapatkan sertifikat profesi secara gratis. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/62317/agar-bisa-bersaing-smk-nu-harus-kaya-inovasi

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ahlussunnah Waljamaah Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ahlussunnah Waljamaah Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ahlussunnah Waljamaah Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock