Minggu, 13 Juni 2010

PBNU akan Jalin Kerjasama dengan Departemen Kelautan

Jakarta, Ahlussunnah Waljamaah Indonesia. Departemen Kelautan RI yang diwakili oleh Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau Kecil, Prof Dr Widi Agoes Pratikto Ph.D menawarkan kerjasama dengan PBNU untuk mengembangkan sektor kelautan yang ada di Indonesia

Kami (pemerintah, Red) berupaya menjalin bekerjasama dengan semua pihak, termasuk NU. Alhamdulillah PBNU menyambut positif upaya ini (kerjasama, Red), tandasnya dalam pertemuan di Gd. PBNU, Sabtu (12/11).

Mengapa memilih NU? Selain karena selama ini pihaknya sudah sering menjalin kerjasama dengan NU, namun lebih penting dari itu, ia melihat sebagian basis massa NU adalah masyarakat yang berada di pesisir pantai dan berprofesi sebagi nelayan.

Selama ini kita sudah sering kerjasama. Selain itu, orang-orang NU itu kan sebagian berdomisili di pesisir pantai dan berprofesi sebagai nelayan. Itu juga menjadi pertimbangan kami, ungkapnya usai pertemuan

PBNU akan Jalin Kerjasama dengan Departemen Kelautan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU akan Jalin Kerjasama dengan Departemen Kelautan (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU akan Jalin Kerjasama dengan Departemen Kelautan

Dalam paparannya ia menyebutkan sedikitnya 5 aspek kelautan yang belum dieksloprasi secara optimal. Di antaranya adalah perikanan, terumbu karang, wisata pantai atau laut, sumberdaya minyak, dan transportasi laut.

Jika diprosentasekan, menurutnya, dari seluruh potensi yang dimiliki Indonesia, 25 persen adalah potensi kelautan. Lebih lanjut, ia menjelaskan, dari jumlah tersebut jika dieksplorasi lebih optimal, pendapatan negara Indonesia akan disumbang sebesar 40 persen dari kelutan.

Mengapa hal itu belum terlaksana? Menurutnya karena selama ini pemerintah kurang memperhatikan potensi laut kita. Program pemerintah yang berbasis laut sangat kecil, paparnya.

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Beruntung, imbuhnya, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika menjadi presiden membentuk menteri yang khusus menangani persoalan kelautan. Sejak saat itu perlahan-lahan potensi kelautan tersebut dieksplorasi. Sekarang tinggal bagaimana kita mampu mengisi (melanjutkan, Red) PR (pekerjaan rumah, Red) tersebut, tandasnya.

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Ia juga menyebutkan beberapa isu dan permasalahan kelautan Indonesia. Di antaranya adalah batas wilayah dengan negara tetangga, illegal fishing, pengelolaan sumberdaya kelautan dan PPK belum optimal, rentan bencana, degradasi lingkungan, konflik kepentingan serta rendahnya kualitas dan kuantitas SDM kelautan.

Semua permasalahan tersebut, ungkapnya, tidak bisa dibebankan kepada pemerintah saja. Dukungan semua pihak tentunya sangat diharapkankan. Pasalnya, persoalan tersebut adalah persoalan bersama. Jadi untuk menyelesaikannya juga harus bersama-sama.

PBNU masih akan mempelajari isi dari MoU tersebut agar sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing fihak. Insya Allah dua minggu ke depan kita (PBNU dan Ditjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Red) sudah bisa menandatangani MoU-nya, tegasnya. (rif)

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3765/pbnu-akan-jalin-kerjasama-dengan-departemen-kelautan

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ahlussunnah Waljamaah Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ahlussunnah Waljamaah Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ahlussunnah Waljamaah Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock