Rabu, 22 Desember 2010

Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah

Jember, Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Nuris Student Exchange Programme (NSEP) atau pertukaran pelajar Nuris dengan lembaga di luar negeri tahun ini terus berlanjut. Setelah memberangkatkan 19 santri ke Malaysia, Thailand, dan Singapura akhir bulan lalu, kini 5 santri Nuris bersiap-siap untuk belajar dan mengajar di negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi dan Mesir.

Kelima orang tersebut berasal dari MA Unggulan Nuris. Mereka adalah Ahmad Fauzan, M. Kavin Robbani (kelas XI PK A) Abdul Aziz (kelas XI PK B), Ihza Wahyu F. (kelas XI IPA) dan M. Hasan Ulil Absor (kelas X PK A). Mereka terpilih sebagai peserta NSEP melalui seleksi internal yang sangat ketat. Selain cerdas dan cakap, mereka juga harus mengikuti seleksi khusus.

Yang pasti, mereka harus fasih berbahasa Arab dan Inggris. Itu wajib. Bahkan calon peserta masih harus mengikuti pembinaan bahasa Arab logat Mesir atau yang dikenal dengan istilah bahasa amiyah, ucap Kepala Humas Yayasan Nurul Islam (Nuris) Jember, Gus Abdurrahman Fathoni di Nuris kepada Ahlussunnah Waljamaah Indonesia, Kamis (9/2).

Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah (Sumber Gambar : Nu Online)


Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah

Pembinaan bahasa Arab khas Mesir dilakukan 3 kali dalam seminggu di bawah bimbingan Kiai Ahmad Fauzan, seorang kiai yang cukup lama bermukim di Mesir. Menurut Gus Abdurrahman, sebelum berangkat ke Arab Saudi dan Mesir, kelima sanrri tersebut terus diberi pembekalan, khusunya di sisi logat bahasa dan adat istiadat Meser.

Dikatakannya, cukup sulit belajar bahasa Arab amiyah. Sebab, bahasa tersebut tak seperti bahasa Arab yang standar. Banyak huruf yang berubah seperti kata tsalatsa dalam bahasa Arab standar menjadi talata dalam bahasa Mesir. Akhirnya mereka didorong untuk terus mencari tahu dan mendengarkan logat bahasa Arab khas Mesir, lanjutnya.

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Abdul Aziz, mengaku gembira terpilih sebagai peserta NSEP. Menurutnya, hal terebut sangat berguna tidak saja bagi peningkaran wawasan keilmuan yang langsung dari pusat peradaban Islam, tapi juga berguna untuk memahami tipologi politik rakyat kedua negara tersebut.

Kalau Arab Saudi relatif aman. Tapi Mesir dan negara sekitarnya, sangat rawan terjadi konflik horisontal, itu kenapa? Padahal muslimnya mayoritas. Syukurlah Indonesia aman meskipun terdapat beragam agama, suku dan budaya, ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Dari (Pesantren) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75315/ke-mesir-dan-arab-saudi-santri-nuris-perkuat-bahasa-amiyah

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ahlussunnah Waljamaah Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ahlussunnah Waljamaah Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ahlussunnah Waljamaah Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock