Sabtu, 17 Agustus 2013

ICIS IV Sepakat Jaga Substansi Islam Rahmatan Lil Alamin

Malang, Ahlussunnah Waljamaah Indonesia. Delegasi Ikatan Alumni Syam/Suriah Indonesia (al-Syami) pada acara International Conference of Islamic Scholars (ICIS) yang ke-4 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur mengapresiasi konferensi yang mengangkat tema Upholding Islam as Rahmatan lil Alamin (Blessing for Universe): Capitalizing Intellectuality and Spirituality toward the Better Life for Human Beings tersebut, di tengah krisis politik dan kemanusiaan yang terjadi di Timur Tengah dan Barat.

Sebanyak 10 anggota al-Syami yang datang dari berbagai daerah bersama perwakilan ulama internasional dari 32 negara menjadi peserta aktif konferensi yang digelar selama tiga hari, Senin-Rabu (23-25/11).

ICIS IV Sepakat Jaga Substansi Islam Rahmatan Lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
ICIS IV Sepakat Jaga Substansi Islam Rahmatan Lil Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)


ICIS IV Sepakat Jaga Substansi Islam Rahmatan Lil Alamin

Ahmad Fathir Hambali, ketua delegasi al-Syami di tengah diskusi panel menyatakan, konferensi semacam ini sangat penting untuk mengangkat tradisi dan isu-isu Islam moderat dalam negeri ke dunia internasional dan menjalankanperan sipil dalam second track diplomacy.

Ia menambahkan, dalam konferensi tersebut, para peserta dan delegasi sepakat untuk menjaga dan mengembalikan substansi Islam yang merupakan rahmat bagi alam semesta, serta mengirim pesan tersebut ke seluruh dunia Islam, agar menjadi norma dan perilaku keseharian umat Islam, baik dalam bermasyarakat maupun bernegara.

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Kami menentang setiap upaya melawan kemunkaran jika dapat menimbulkan kemunkaran yang lebih besar, termasuk usaha mendikotomi umat Islam dan menjatuhkan pemerintahan negara yang sah dan sesuai konstitusi, kata Ahmad Fathir Hambali, Selasa (24/11).

Menurut dia, dunia Islam sedang mengalami krisis solidaritas, bahkan mempunyai tren menuju perpecahan, ini sangat berbahaya dan saat ini dengan jelas terjadidi Timur Tengah. Hal tersebut yang harus diantisipasi dan dilawan oleh segenap elemen umat, rakyat maupun pemerintah.

Dalam makalah yang ditulis untuk konferensi oleh anggota delegasi, ditegaskan bahwa Nabi Muhammad selama hidupnya selalu menjaga dan merawat hubungan yang baik antar umat Islam maupun non-Islam, bahkan dengan kaum munafik, sebagaimana Ubay ibn Salul. Tidak pernah terdata dalam sejarah bahwa, Nabi pernah memberi vonis kafir atau tuduhan prejoratif lainnya terhadap seseorang yang telah mengikrarkan dua kalimat syahadat.

Tuntunan tersebut bertolak belakang dengan realita sebagian umat Islam saat ini, dimana gejala saling menyesatkan dan mengafirkan masih menjadi bagian yang cukup melekat.

Secara kolektif delegasi al-Syami mengajak masyarakat untuk berlaku dewasa dalam beragama, dan tidak mudah terpancing provokasi kelompok ekstremis dan sektarian, serta gotong royong dalam menjaga kesatuan dan menebar Islam rahmatan lil alamin. (Najih/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/63845/icis-iv-sepakat-jaga-substansi-islam-rahmatan-lil-alamin

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ahlussunnah Waljamaah Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ahlussunnah Waljamaah Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ahlussunnah Waljamaah Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock