Minggu, 04 Agustus 2013

Ini Alasan Mengapa Tokoh Muslim Dicetak di Pecahan Uang Kertas Nominal Buncit

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia - Di grup-grup Islam radikal, banyak anggotanya yang mempertanyakan penempatan tokoh-tokoh yang dijadikan ikon uang kertas rupiah terbaru. Semuanya tidak ada yang pantas menurutnya.

Bahkan tokoh semacam Frans Kaisiepo, yang dicetak dalam lembaran uang kertas 10 ribu dianggap tidak punya jasa terhadap Indonesia. Ia hanya tidur lalu terbunuh, begitu menurut pendapat salah satu member yang nyinyir di grup.

Ini Alasan Mengapa Tokoh Muslim Dicetak di Pecahan Uang Kertas Nominal Buncit - Ahlussunnah Waljamaah Indonesia
Ini Alasan Mengapa Tokoh Muslim Dicetak di Pecahan Uang Kertas Nominal Buncit - Ahlussunnah Waljamaah Indonesia


Ini Alasan Mengapa Tokoh Muslim Dicetak di Pecahan Uang Kertas Nominal Buncit

Bahkan KH Idham Cholid yang menjabat Ketua Umum PBNU selama 28 tahun pun dianggap tidak punya jasa besar terhadap bangsa Indonesia. Lebih pantas KH Ahmad Dahlan dibanding Idham Cholid, pahlawan nasional dan santri dari Satui, Kalimantan Selatan. Begitu.

Ada juga yang kemudian menyebut kalau desain uang kertas terbaru sekarang mirip dengan desain uang kertas resmi negara Cina (lihat gambar paling atas di postingan ini). Mereka juga menyebut masih ada simbol terlarang PKI yang menghiasi desain terbaru uang kertas Republik Indonesia itu.

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Karena kekecewaan mendalam, ada yang kemudian menjadikan foto Habib Rizieq Syihab di pecahan uang kertas Rp. 50.000. Ada-ada saja cara mereka untuk mengedit. Ini dia foto yang beredar:

Editan foto Habib Rizieq di pecahan 50 ribu Dibalik itu, ada yang menyindir (atau ngepas-ngepaske) bahwa pemilihan tokoh muslim yang dicetak di satuan terkecil 1.000, 2.000 dan 5.000 adalah sebagai bentuk apresiasi dari Menkeu kepada umat muslim.

Katanya, penempatan tokoh muslim di uang kertas 1.000 (Tjut Meutia), 2.000 (Moehammad Hoesni Thamrin) dan 5.000 (KH Idham Chalid) adalah ketika pecahan tersebut termasuk nominal yang sering masuk ke kotak amal masjid, mushalla atau pesantren.

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

"Jika besok di masjid-masjid sudah mulai banyak yang 10.000 dan atau 20.000, baru gambarnya pahlawan muslim," kata salah satu netizen, dikutip Ahlussunnah Waljamaah Indonesia, Selasa (20/12/2016). Mengapa tokoh non muslim ada di pecahan 10 ribu dan 20 ribu?

Jawabannya, karena nominal itu sering muncul di di kotak amal gereja. Hahaha. Entah ini pelecahan atau tidak, terserah daya tangkap Anda, mau memperbanyak amal sedekah atau tetap nyinyir, silakan. [Ahlussunnah Waljamaah Indonesia]

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/12/ini-alasan-mengapa-tokoh-muslim-dicetak-di-pecahan-uang-kertas.html

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ahlussunnah Waljamaah Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ahlussunnah Waljamaah Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ahlussunnah Waljamaah Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock