Rabu, 19 Maret 2014

PBNU Temui Presiden Terkait Penyerangan Syiah

Jakarta, Ahlussunnah Waljamaah Indonesia. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj didampingi pengurus lainnya, bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di istana, Selasa (28/8).

Pertemuan dilakukan guna membicarakan kasus penyerangan warga Islam Syiah di Sampang. Pemerintah berjanji akan memberikan perhatian lebih ke Madura pascapenyerangan tersebut.

"Alhamdulillah Presiden sepakat apa yang terjadi di Sampang adalah murni kriminal. Tadi Presiden juga menjanjikan akan secara khusus memperhatikan Madura dalam dua tahun ke depan," kata Kiai Said usai pertemuan.

PBNU Temui Presiden Terkait Penyerangan Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Temui Presiden Terkait Penyerangan Syiah (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Temui Presiden Terkait Penyerangan Syiah

Mendampingi Kiai Said dalam pertemuan di Ruang Cenderawasih, Istana Kepresidenan, adalah Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Masudi, KH Saifudin Amsir, dan KH Artani Hasbi. Turut serta dalam rombongan adalah panitia Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama.

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Dalam pertemuan tersebut PBNU juga menyampaikan desakan agar Presiden memberikan instruksi ke aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, untuk bertindak tegas dalam menangani kasus penyerangan warga Islam Syiah di Sampang, Madura. Pelaku penyerangan harus ditindak sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Diberitakan sebelumnya, PBNU mengutuk kembali terulangnya penyerangan terhadap warga Islam Syiah di Nanggernang, Sampang, Madura, Jawa Timur, hingga mengakibatkan jatuhnya 2 korban jiwa dan beberapa di antaranya luka. Peristiwa tersebut dinilai sebagai kriminal murni, dan aparat penegak hukum didesak dapat menjalankan tugas penegakan dengan baik.

"Saya melihat (kejadian) itu sebagai kriminal murni, karena dakwah tidak dibenarkan kalau sampai harus saling melukai, apalagi saling bunuh. Oleh karenanya aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, harus bisa bertindak sesuai dengan hukum yang ada," tandas Kiai Said.

Terkait tudingan sejumlah pihak jika Syiah adalah aliran sesat, NU tidak sependapat jika penyelesaiannya dilakukan melalui jalan kekerasan.

"NU dengan Syiah jelas beda, terlebih dengan Ahmadiyah, jelas berbeda. Tapi, dalam pergaulan kami menolak adanya kekerasan, karena ajakan berubah itu ada metodenya. Dakwah, diskusi yang bermartabat, dan itu semua yang selama ini kami lakukan," tegas Kiai Said.

Penulis: Nabil Haroen

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/39473/pbnu-temui-presiden-terkait-penyerangan-syiah

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ahlussunnah Waljamaah Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ahlussunnah Waljamaah Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ahlussunnah Waljamaah Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock