Probolinggo, Ahlussunnah Waljamaah Indonesia. Dalam rangka memaksimalkan gerakan roda organisasi, Idaroh Syubiyyah Jamiyyah Ahlit Tarekat Al-Mutabaroh An-Nahdliyah (IS-JATAN) Probolinggo menggelar konferensi atau musyawarah daerah (musda), Jumat (22/4).
Musda yang digelar di Pesantren Miftahul Arifin Desa Patokan Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo ini diikuti oleh 60 orang pengurus dan anggota IS-JATAN se-Kabupaten Probolinggo.
| Kiai Muda NU Probolinggo Dipilih untuk Gerakkan Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kiai Muda NU Probolinggo Dipilih untuk Gerakkan Tarekat
Mudir IS-JATAN Kabupaten Probolinggo KH Saifullah Arif mengatakan selama kurun waktu empat tahun para pengurus telah bersama-sama menjalankan program. Untuk saat ini kesehatan sudah menurun akibat sakit-sakitan. Semoga Idarah Wustha berkenan memberikan restu untuk memperbarui kepengurusan dengan kiai-kiai muda sehingga perjalannya ke depan akan lebih mencerahkan positif bagi Idarah di Kabupaten Probolinggo.Ahlussunnah Waljamaah Indonesia
Idarah Syubiyyah ini, sebelumnya dipimpin KH Mas Hasani sebagai Rais dan KH Saifullah Arif sebagai Mudir serta beberapa kepengurusan lainnya. Kepengurusan yang sudah memasuki empat tahun ini kemudian melaksanakan konferensi atau Musyawarah Daerah untuk membahas hal ihwal perkembangan sekaligus merevisi kepengurusan yang secara Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dipilih selama empat tahun sekali.Pengurus Idarah Wustha menyampaikan bahwa Tarekat Mutabarah merupakan tarekat yang sanadnya tersambung hingga Rasulullah SAW. Dan tarekat merupakan ruh Nahdlatul Ulama (NU). Ada sekitar 45 Tarekat mutabarah, seperti beberapa kiai yang hadir saat ini. Ada Qodiriyah Naghsabandiyah, Sattariyah, Kholwatiyah, Tijaniyah, An-Nahdliyah, Alawiyah dan lainnya, jelasnya.
Silsilah beberapa Tarekat Saifullah Arif jelaskan dengan sangat rinci. Menurutnya keberadaan Tarekat di Indonesia sangat mendukung bagi perjalanan pemerintahan yang sejuk dan damai. Karena bagi Ahlith Tarekat ketenangan jiwa hal yang terutama dan hatilah yang menjadi tolok ukurnya. Pada prinsipnya ulama tasawuf seperti langit akan menghujani siapa saja dan tidak pernah pilih kasih kepada siapapun, terangnya.
Ahlussunnah Waljamaah Indonesia
JATAN merupakan wadah bagi para pengamal ajaran tarekat yang menjadi badan otonom Jamiyah Nahdlatul Ulama. Jamiyyah Diniyyah ini berasaskan Islam ala Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) dengan menganut salah satu dari madzhab 4 meliputi Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali dalam bidang fiqih; menganut ajaran Al-Asyariyah dan Al-Maturidiyah dalam bidang aqidah dan menganut faham Al-Khusyairi, Hasan Al-Basri, Juned Al-Baghdadi dan Al-Ghazali dan sesamanya dalam bidang Tasawuf/Tarekat.Dalam rapat formatur yang dipimpin KH Abdul Wahid salah satu Pengurus Tarekat dari Provinsi Jawa Timur disepakati Raisnya KH Muslim Abdul Qodir dengan Khatib Kiai. A. Wafi Thabrani dan Kiai Majid sebagai Mudir didampingi Mas Syeikh sebagai Sekretaris serta melengkapi kepengurusan lainnya.
Formatur JATAN ini memilih para kiai muda NU untuk bisa menggerakkan tarekat pada porsi yang benar, sehat dan berkesinambungan. Dimana kepengurusan selalu memerlukan perombakan demi mencapai tujuan yang mapan dalam menjalankan misi organisasi agar mencapai tujuan.
Tujuannya membentuk muslim yang kaffah baik dhohir maupun batin dengan berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah dan berpegang dari salah satu Madzhab empat, mempergiat dan meningkatkan amal sholeh dhohir batin menurut ajaran ulama sholihin dengan baiah sholihah, mengadakan dan menyelenggarakan pengajian Khususi/Tawajjuhan (Majaalasatudzdzikri dan Nasril Ulumunnafiah), tukasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)
Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/67550/kiai-muda-nu-probolinggo-dipilih-untuk-gerakkan-tarekat
Ahlussunnah Waljamaah Indonesia
