Minggu, 13 Maret 2016

Ruqyah Aswaja Tidak Klenik dan Jampi

Jember, Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Semakin lama, perekembangan pengobatan medis, semakin canggih. Tapi pada saat yang sama, perkembangan penyakit juga kian banyak dan beragam. Namun sesungguhnya, Al-Quranlah obat pertama dan utama bagi penyakit manusia.

Demikikian disampaikan ahli ruqyah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) Jawa Timur Alama Alaudin Shidiqi saat mengisi pelatihan praktisi ruqyah di aula Kantor PCNU Jember, Ahad (12/2).

Menurutnya, Al-Quran merupakan sumber obat berbagai penyakit manusia, baik psikis mapun fisik. Al-Quran sudah jelas sebagai syifa (obat), dan inilah yang perlu kita pelajari dan digali dalam pengobatan ruqyah. Jadi, semakin mantap kita beruqyah, semakin mantap pula keyakinan kita akan kehebatan Al-Quran, ujarnya.

Ruqyah Aswaja Tidak Klenik dan Jampi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ruqyah Aswaja Tidak Klenik dan Jampi (Sumber Gambar : Nu Online)


Ruqyah Aswaja Tidak Klenik dan Jampi

Sementara itu, ketua panitia pelatihan praktisi ruqyah, Ustadz Syukri Rifai menyatakan bahwa pengobatan model ruqyah sesungguhnya tidak asing bagi warga nahdliyyin. Sejak lama, para kiai telah memanfaatkan bacaan ayat-ayat tertentu dalam Al-Quran untuk sarana penyembuhan suatu penyakit.

Dengan mengharap barokah dari pembacaan ayat-ayat tersebut, penyakit bisa hilang. Kok bisa? Ya bisa karena penyakit itu datangnya dari Allah, dan Allah juga yang menyembuhkannya. Kita yakin itu. Kalau Allah berkehendak, penyakit apa pun dan separah apa pun bisa sembuh. Tapi kalau belum berkehendak, sampai habis ratusan juta, belum ada hasilnya jelasnya kepada Ahlussunnah Waljamaah Indonesia.

Menurut Ustadz Syukri, pengobatan ruqyah versi Aswaja, tidak berbau klenik atau apalagi jampi-jampi. Semuanya rasional, dan tidak ada unsur syirik. Dikatakannya, terkadang masyarakat begitu mudah mencap syirik terhadap pengobatan nonmedis semacam ruqyah dan sebagainya. Padahal semua tergantung keyakinan.

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Minum obat pun kalau kita meyakini bahwa yang menyembuhkan itu adalah obat, itu jelas syirik. Obat dan sejensinya itu hanya perantara, yang punya kuasa menyembuhkan penyakit adalah Allah. Keyakinan seperti ini harus juga tertanam dalam semua jenis pengobatan agar tidak syirik, ungkapnya.

Pelatihan yang diikuti 79 orang tersebut diisi dengan dua sesi. Sesi pertama adalah penyampain materi tentang sejarah dan hukum ruqyah sesuai dengan kaidah-kaidah dalam Al-Quran dan hadits. Sedangkan sesi kedua adalah mengenai cara atau teknik dalam meruqyah. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/75397/ruqyah-aswaja-tidak-klenik-dan-jampi

Ahlussunnah Waljamaah Indonesia

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Ahlussunnah Waljamaah Indonesia sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Ahlussunnah Waljamaah Indonesia. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Ahlussunnah Waljamaah Indonesia dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock